" Merangkai yang terlihat,terdengar dan terserak dari perjalanan hidup dan kehidupan, untuk diambil pelajaran dan pembelajaran. Lalu menggoreskannya dalam lembaran lembaran digital. Mungkin berisi nasehat,pelajaran,tips trik,informasi atau sekedar basa basi. Intinya hanyalah ingin berbagi. "

Antara Nisfu Sya'ban dan Baca Surat Yaasin 3x

Posted By elbabadany on Senin, 11 Maret 2024 | Maret 11, 2024



Malam Pembersihan Jiwa: Keutamaan Nisfu Sya’ban

Oleh: Al-Faqir ila Rabbih (Ulama NU)

 1. Sya’ban, Bulan yang Terlupakan

Saudara-saudaraku sekalian, kita berada di bulan Sya’ban, bulan antara dua kemuliaan: Rajab (bulan Haram) dan Ramadan (bulan Puasa).


Sayyiduna Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:


"Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan-bulan lain sebanyak engkau berpuasa di bulan Sya’ban."


Rasulullah ﷺ menjawab:


ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

"Itu adalah bulan yang dilupakan oleh banyak orang, ia terletak di antara Rajab dan Ramadan. Ia adalah bulan di mana amal perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam. Maka aku suka jika amalanku diangkat ketika aku sedang berpuasa."(HR. An-Nasa’i dan Ahmad)


Hadits ini memberikan pelajaran penting bagi kita sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah: Jangan remehkan bulan yang tersembunyi keutamaannya. Sya’ban adalah jembatan persiapan spiritual menuju keagungan Ramadan.


Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin, Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan menyirami, dan Ramadan adalah bulan memanen. Kita sedang dalam masa penyiraman dan pemeliharaan hati.


 2. Malam Nisfu Sya’ban: Malam Pengampunan Global

Puncak dari bulan Sya’ban adalah malam ke-15, yang kita kenal sebagai Malam Nisfu Sya’ban (Lailatul Bara'ah).

Malam ini bukanlah malam biasa. Ini adalah malam di mana rahmat Allah turun secara massif kepada seluruh penduduk bumi. 

Dalil utama yang menjadi sandaran kita, para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyiduna Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:


يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

"Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan (al-musyahhin)."(HR. At-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)

Penjelasan Ilmiah Ulama NU sebagai berikut:

Meskipun sebagian ahli hadits menganggap hadits ini memiliki beberapa jalur yang lemah (dha'if), namun karena banyaknya jalur periwayatan (thuruq), para ulama besar seperti Imam Al-Mundziri, Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, dan Imam As-Suyuthi menetapkannya sebagai hadits hasan li ghairihi (baik karena dikuatkan oleh jalur lain). 

Artinya, keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini adalah hal yang tsabit (kokoh) dalam pandangan jumhur ulama.

Pelajaran Tasawuf:

Perhatikan pengecualian dalam hadits tersebut: "Musyrik dan Musyahhin."

1. Orang Musyrik (Menyekutukan Allah): Dosa ini berkaitan dengan akidah.

2. Orang yang Bermusuhan (Al-Musyahhin): Dosa ini berkaitan dengan akhlak dan hubungan antarmanusia.

Saudara-saudaraku, ini adalah pelajaran Tasawuf yang sangat mendalam dari Rasulullah ﷺ. Pada malam pengampunan terbesar, pengampunan itu tidak akan menyentuh hati yang kotor karena kebencian, iri, dan permusuhan.

Kita boleh shalat seribu rakaat, kita boleh berpuasa setiap hari, tetapi jika hati kita masih menyimpan dendam dan kebencian kepada sesama muslim, maka kita masuk dalam kategori "Al-Musyahhin", dan pintu ampunan Allah akan tertutup untuk kita.

Hikmah Malam Nisfu Sya'ban

Oleh karena itu, Nisfu Sya’ban adalah malam untuk membersihkan batin (tazkiyatun nafs). Malam ini menuntut kita untuk berdamai, meminta maaf, dan melepaskan segala ganjalan hati.


3. Amalan Khas Nisfu Sya’ban (Tradisi Salaf dan NU)

Melihat kemuliaan malam ini, para salafus shalih dan juga para kyai kita warga Nahdliyyin telah mengajarkan beberapa amalan yang disusun untuk memaksimalkan rahmat Allah:

A. Memperbanyak Doa dan Istighfar:

Malam ini adalah malam yang mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits lain bahwa Allah turun ke langit dunia dan bertanya: "Adakah yang memohon ampunan, maka Aku ampuni. Adakah yang meminta rezeki, maka Aku berikan..."


B. Qiyamul Lail dan Tilawatul Qur'an:

Mendirikan malam dengan shalat sunnah, baik itu shalat tasbih, shalat hajat, atau shalat mutlak, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an.


C. Tradisi Baca Surah Yasin Tiga Kali:

Ini adalah tradisi yang masyhur di kalangan pesantren dan NU. Setelah shalat Maghrib, kita membaca surat Yasin sebanyak tiga kali, dengan niat khusus untuk tiga tujuan:

1. Yasin Pertama:Memohon panjang umur dalam ketaatan.

2. Yasin Kedua: Memohon perlindungan dari bala dan rezeki yang halal.

3. Yasin Ketiga: Memohon Husnul Khatimah (akhir yang baik).

Penjelasan Fiqih:

Amalan ini (Yasin 3x) bukanlah amalan yang diwajibkan oleh Rasulullah ﷺ secara eksplisit, melainkan hasil istinbath (pengambilan hukum) dan isti'mal (tradisi) para ulama salaf yang baik (bid’ah hasanah). Tujuannya adalah untuk mendisiplinkan niat kita dalam memohon kepada Allah pada malam yang mulia ini.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab "Al-Umm" bahkan menyebutkan keutamaan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, apalagi malam Nisfu Sya’ban yang dalil haditsnya lebih kuat. Ini menunjukkan bahwa menghidupkan malam-malam mulia dengan ibadah adalah ajaran yang dihormati dalam madzhab Syafi’i.


D. Puasa Sunnah (Siang Nisfu Sya’ban):

Bagi yang mampu, sangat dianjurkan berpuasa pada hari Nisfu Sya’ban, yaitu tanggal 15 Sya’ban, karena puasa adalah sebaik-baik amalan yang diangkat di bulan Sya’ban, sebagaimana sabda Nabi ﷺ di awal tadi

KHATIMAH DAN DOA

Malam Nisfu Sya’ban adalah kesempatan emas untuk memulai lembaran baru. Ini adalah malam penentuan (bara’ah) di mana Allah menuliskan nasib hamba-Nya selama setahun ke depan, membersihkan catatan dosa, dan menyiapkan kita untuk menyambut bulan pembersihan total: Bulan Suci Ramadan.

Oleh karena itu, mari kita sambut malam ini dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan lisan yang basah dengan dzikir dan istighfar.

Mari kita tundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT, dengan wasilah keagungan malam Nisfu Sya'ban, dan dengan berkah Rasulullah ﷺ.

DOA PENUTUP


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.


اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.


اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا شَقِيًّا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيْنَا فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتَنَا وَطَرْدَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا. وَأَثْبِتْنَا عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ.


*Ya Allah, jika Engkau telah mencatat kami sebagai orang yang celaka, tertolak, atau disempitkan rezeki kami, maka hapuskanlah ya Allah dengan keutamaan-Mu catatan kecelakaan kami, penolakan kami, dan kesempitan rezeki kami. Dan tetapkanlah kami di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, yang dilapangkan rezeki, dan yang senantiasa diberi taufik untuk berbuat kebaikan.*


اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَيْلَةَ نِصْفِ شَعْبَانَ هَذِهِ لَيْلَةً مُبَارَكَةً، لَيْلَةً تَتَنَزَّلُ فِيْهَا الرَّحْمَةُ وَالْمَغْفِرَةُ عَلَى جَمِيْعِ خَلْقِكَ، إِلَّا مَنْ كَانَ مُشْرِكًا أَوْ مُشَاحِنًا. فَطَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالْحِقْدِ وَالْبَغْضَاءِ.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ بِصِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَإِيْمَانٍ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، 

وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 


TATA CARA TRADISI BACA YASSIN 3 KALI

Tata Cara dan Niat Khusus (Aspek Wirid & Doa):**

Amalan ini dilakukan setelah shalat Maghrib secara berjamaah atau sendiri. Setiap selesai membaca Surat Yasin, segera dilanjutkan dengan membaca Doa Nisfu Sya'ban (doa panjang yang masyhur, sering disebut Doa Syaikh Abdul Hamid Kudus).


1. **Pembacaan Yasin Pertama:**

* **Niat (Tawassul/Hajat):** Memohon dipanjangkan umur dalam ketaatan (thâ’at) kepada Allah SWT dan diberkahi rezeki yang halal (Lit-tulil umri wal istiqâmah fil ‘ibâdah).

* **Doa Setelah Yasin:** Membaca Doa Nisfu Sya’ban dengan fokus pada permohonan keberkahan umur.


2. **Pembacaan Yasin Kedua:**

* **Niat (Tawassul/Hajat):** Memohon dijauhkan dari musibah, dijaga dari bala dan malapetaka, serta dimudahkan rezeki yang halal dan luas (Lirraf’il balâ’i wal ijâbati rizqil halâl).

* **Doa Setelah Yasin:** Membaca Doa Nisfu Sya’ban dengan fokus pada permohonan perlindungan dan keluasan rezeki.


3. **Pembacaan Yasin Ketiga:**

* **Niat (Tawassul/Hajat):** Memohon kekayaan hati (qana'ah), dianugerahi husnul khatimah (akhir yang baik), dan ditetapkan iman (Lishihhati qulûb, wal istighnâ’i ‘aninnas, wal husnil khâtimah).

* **Doa Setelah Yasin:** Membaca Doa Nisfu Sya’ban dengan fokus pada permohonan kebersihan hati dan keselamatan di akhirat.

Doa Khusus Setelah Yasin 3x (Doa Nisfu Sya'ban):**


Doa yang paling masyhur dan diamalkan secara luas adalah doa yang dimulai dengan memuji dan mengagungkan Dzat Allah yang Maha Pemberi namun tidak pernah diberi. Berikut adalah teks doa tersebut:


اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرُ اللَّاجِئِينَ، وَجَارُ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانُ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. إِلَهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمَةِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Terjemah Indonesia:**


"Ya Allah, Wahai Pemilik anugerah, dan tidak ada yang dapat memberi anugerah kepada-Mu. Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan. Wahai Pemilik kekayaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau, sandaran bagi orang-orang yang berlindung, pelindung bagi orang-orang yang meminta perlindungan, dan pengaman bagi orang-orang yang ketakutan.


Ya Allah, jika Engkau telah menulisku di sisi-Mu di dalam *Ummul Kitab* (induk semua catatan) sebagai orang yang sengsara, atau terhalang dari rahmat, atau diusir, atau disempitkan rezekiku, maka dengan karunia-Mu, hapuskanlah ya Allah kesengsaraanku, keterhalanganku, pengusiranku, dan kesempitan rezekiku. Dan tetapkanlah aku di sisi-Mu di *Ummul Kitab* sebagai orang yang bahagia, yang dilapangkan rezekinya, dan diberi taufik untuk kebaikan.


Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah kebenaran, di dalam Kitab-Mu yang diturunkan melalui lisan Nabi-Mu yang diutus: 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (kitab induk).'


Ya Ilahi, dengan tajalli (penampakan keagungan) yang paling Agung di malam Nisfu Sya'ban yang mulia ini, yang padanya dipisahkan segala urusan yang penuh hikmah dan ditetapkan, (kami mohon) agar Engkau menjauhkan dari kami segala musibah, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan yang Engkau lebih mengetahuinya. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia. Semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Amin."



Blog, Updated at: Maret 11, 2024

0 comments:

Posting Komentar