" Merangkai yang terlihat,terdengar dan terserak dari perjalanan hidup dan kehidupan, untuk diambil pelajaran dan pembelajaran. Lalu menggoreskannya dalam lembaran lembaran digital. Mungkin berisi nasehat,pelajaran,tips trik,informasi atau sekedar basa basi. Intinya hanyalah ingin berbagi. "

khutbah idul fitri

 Hakikat Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dan Mempererat UkhuwahKhutbah Pertama

9 x ..... اللهُ أَكْبَرُ. 

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَتَمَّ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، وَأَعَانَنَا فِيْهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَجَعَلَ هٰذَا الْيَوْمَ عِيْدًا لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى دَارِ السَّلَامِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَبْرَارِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada pagi yang penuh berkah ini kita dapat bersimpuh di haribaan-Nya, mengagungkan asma-Nya dalam suasana hari kemenangan, Idul Fitri. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Hari ini kita berada di hari yang suci, hari yang fitri. Setelah sebulan penuh kita ditempa dalam madrasah Ramadhan, menahan lapar, dahaga, serta mengekang hawa nafsu, kini saatnya kita merenungi hakikat dari Idul Fitri itu sendiri. Kata "Id"berarti kembali, dan "Fitr"berarti asal kejadian atau kesucian. Maka, Idul Fitri secara hakiki adalah kembalinya seorang hamba kepada kesucian jiwa, bersih dari noda-noda dosa laksana bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, perlu kita garis bawahi, bahwa ampunan Allah yang kita raih melalui puasa, shalat tarawih, dan tadarus Al-Qur'an adalah ampunan yang berkaitan dengan Hablum-minallah(hubungan kita dengan Allah). Sementara itu, sebagai manusia, kita tidak luput dari kesalahan terhadap sesama manusia (Hablum-minannas). Oleh karena itu, kesucian Idul Fitri tidak akan sempurna tanpa adanya keikhlasan untuk saling memaafkan.

Jamaah Idul Fitri yang Berbahagia,

Islam yang kita anut, khususnya manhaj Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang tawassuth(moderat) dan tasamuh(toleran). Idul Fitri adalah momentum emas untuk memperkuat tali silaturahmi dan mempererat Ukhuwah Islamiyah(persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah Wathaniyah(persaudaraan sebangsa dan setanah air), serta Ukhuwah Basyariyah(persaudaraan sesama manusia).

Ingatlah, kemenangan Idul Fitri bukanlah tentang memakai pakaian baru atau hidangan yang mewah. Seorang ulama besar pernah berkata:

لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُ

"Bukanlah hari raya itu bagi orang yang mengenakan pakaian baru, akan tetapi hari raya itu hanyalah bagi orang yang ketaatannya bertambah."

Hakikat Idul Fitri adalah transformasi diri. Jika sebelum Ramadhan kita malas beribadah, kini kita menjadi rajin. Jika sebelumnya kita kikir, kini kita menjadi dermawan. Jika sebelumnya kita pemarah, kini kita menjadi pemaaf. Inilah tanda bahwa ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT (mabrur).

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Di hari yang fitri ini, marilah kita buang jauh-jauh rasa dengki, iri hati, dan dendam yang selama ini mengotori hati kita. Mari kita buka pintu maaf selebar-lebarnya. Datangilah orang tua kita, bersimpuhlah di hadapan mereka, mohonlah doa dan ampunan. Sambunglah kembali tali persaudaraan dengan kerabat dan tetangga yang mungkin sempat renggang karena perbedaan pilihan atau perselisihan duniawi.

Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai modal sosial untuk membangun bangsa Indonesia yang damai, tenteram, dan sejahtera. Dengan hati yang bersih, kita akan mampu melihat perbedaan sebagai rahmat, bukan sebagai sumber perpecahan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

[Khatib duduk sejenak]

Dianjurkan membaca istighfar dan shalawat secara perlahan di dalam hati.

Khutbah Keduaاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Marilah kita akhiri ibadah kita ini dengan berdoa kepada Allah SWT. Semoga segala amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima, dan kita semua termasuk golongan orang-orang yang kembali suci (Minal 'Aidin) dan orang-orang yang beroleh kemenangan (Wal Faizin).

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa."

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا بَلْدَةً آمِنَةً، مُطْمَئِنَّةً، سَخَاءً رَخَاءً، وَدَارَ عَدْلٍ وَإِيْمَانٍ، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

"Ya Allah, jadikanlah negeri kami Indonesia negeri yang aman, tenteram, murah rezeki, adil, penuh keimanan, serta lindungilah seluruh negeri-negeri umat Islam lainnya."

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Blog, Updated at: Maret 07, 2026

0 comments:

Posting Komentar